ASPIRASI atau ANARKI ?

Indonesia sebagai salah satu negara penganut sistem pemerintahan demokrasi sepertinya belum bisa menjadi contoh yang baik untuk negara berkembang lainnya. Buktinya? pertama kita tau tidak sampai seperempat aspirasi masyarakat sampai ke meja dewan perwakilan rakyat, dan tidak lebih dari setengah dari seperempat itu yang berhasil diurus. Ya memang butuh proses, tapi negara lain bisa dengan efektif, kenapa Indonesia tidak? Yang menggaji para dewan terhormat itu kan rakyat juga, harusnya mereka bekerja secara maksimal kan?

Kedua, masyarakat sekarang-sekarang ini juga terlihat labil, menyampaikan aspirasi dengan cara yang tidak sewajarnya dan tidak ber-etika. masa' mau memperjuangkan nasib rakyat malah merusak fasilitas untuk rakyat? emang mereka mau bayar ganti rugi kerusakan fasilitas umumnya?




Ketiga, aparat kepolisian yang harusnya "melindungi dan menjaga masyarakat" harusnya bisa jadi sahabat yang baik yang bisa diajak bernegosiasi untuk ketentraman bersama. Jangan malah ikut-ikutan kebawa emosi dan malah lebih anarkis. Mereka kuat? memang! tapi kekuatannya harus untuk hal positif, bukan sebaliknya.

Sadar atau tidak, keadaan ini seperti siklus berputar, yang pasti semua tidak akan selesai jika tidak ada yang mulai berhenti.