Kenapa Selalu berfikir kata "Tidak" Sebelum Mengucap "Ya" ?

Manusia terbiasa berfikir negatif sebelum memulai hal yang positif,
terbiasa berfikir "tidak" sebelum mengucap "iya".
Kenapa begitu ya?

Aku selalu berfikir tentang hal itu, ya karena aku sendiri juga seperti itu, namun aku punya pendapat dan pandangan sendiri tentang hal ini.

Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang memiliki Logic untuk berfikir, memproses informasi yang telah, sedang, bahkan yang belum terjadi. Dari situlah, manusia memang hobby berfikir dan berkhayal, mengkhayalkan apa yang munkin terjadi pada dirinya, atau apa cita-cita mereka.

Lalu, mengapa harus berfikir "Tidak" sebelum mengucap "Ya" ? Itu karena kita, manusia, memiliki rasa curiga yang lebih besar daripada rasa kepercayaan akan sesuatu hal. Mungkin kecurigaan itu diakibatkan oleh seringnya kejadian yang tidak diinginkan terjadi pada orang lain atau bahkan diri sendiri. Hal-hal tersebut lah yang membuat manusia sibuk dengan pikirannya membayangkan hal yang negatif sebelum berbuat hal positif.

Lalu bagaimana solusinya? Satu saran yang bisa aku bagi:
Buatlah segala intisari dari kejadian-kejadian yang kita lihat sebagai rangkuman dari buku tentang kehidupan.


Dari situ kita akan belajar mengevaluasi kejadian-kejadian yang kita lihat atau kita rasakan, dan bagaimana berfikir positif akan suatu hal.

Jangan Cuma Tanggal 2 Oktober

Tanggal 2 Oktober 2009 lalu Lembaga PBB untuk pendidikan, sains dan budaya (UNESCO) menetapkan dan meresmikan bahwa batik merupakan warisan budaya dari Indonesia. Euphoria masyarakat Indonesia sangat indah dan meriah pada tanggal 2 Oktober itu, di jalan jalan kota besar terlihat banyak karyawan kantor yang menggunakan batik mulai dari kemeja hingga mini dress. Di pinggir kota, bahkan rakyat kecil pun ingin ikut berpartisipasi menggunakan batik di hari itu, terlihat supir angkutan kota dan juga pedagang asongan berusaha menggunakan batik mereka yang tidak lagi terlihat bagus. Betapa nyata kecintaan masyarakat kita akan Tanah Air pada hari itu.

Bukan karena di gertak, bukan karena di diktaktori, dan juga bukan karena ancaman semua masyarakat rela menggunakan batik, ini semua karena kebanggaan mereka akan keindahan budaya warisan nenek moyang yang telah beratus-ratus tahun diturunkan hingga sekarang berada ditangan kita.

Lalu bagaimana selanjutnya?
Jangan Cuma Tanggal 2 Oktober :)


Jangan hanya ditanggal 2 Oktober kita berpesta batik, menggunakan batik, dan menyuarkan batik ke seluruh penjuru dunia. Sebaiknya di setiap kesempatan pakailah batik, banggalah dengan batik itu yang kita kenakan, aku yakin kita akan terlihat tampan dan cantik dengan batik.