Dilarang Memberi Uang ke Pengemis (?)


Di bulan puasa ini populasi pengemis di kota kota besar meningkat, terutama di ibukota. Umat muslim berlomba-lomba bersedekah dan menyalurkan zakat. Tapi tetap saja, di bulan yang suci ini, masih ada orang-orang yang berniat buruk (aku gak bilang jahat). Dari informasi yang aku dapet dari sebuah berita di salah satu stasiun tv swasta, ada suatu perkampungan di daerah madura yang dihuni oleh pengemis. Saat aku lihat liputannya, oh sangat mengejutkan, rumah para pengemis itu lebih dari layak, bahkan cenderung mewah. Dari informasi yang didapat, para pengemis itu berbondong-bondong ke jakarta saat bulan puasa, dan uang hasil mengemis digunakan untuk memperkaya diri. Nah ini yang salah, MUI akan mengeluarkan fatwa haram mengemis, seseorang diharamkan mengemis apabila masih sehat jasmani dan rohaninya. Seseorang diperbolehkan mengemis dengan 3 syarat:
1. Orang yang terkena bencana alam dan tidak memiliki harta benda lagi
2. Orang yang siap melakukan pernikahan tetapi tidak memiliki dana yang cukup
3. Orang yang benar-benar miskin yang diperkuat dengan rekomendasi dari pihak perangkat desa, pengurus RT/RW, dan tokoh masyarakat setempat

Tips untuk Anda yang ingin memberi sedekah atau zakat:
1. Salurkan zakat anda ke penyalur zakat yang terpercaya seperti lembaga penyalur zakat, masjid setempat, atau sekolah yang menyediakan sarana penyalur zakat disaat bulan puasa.
2. Bersedekahlah kepada orang yang telah anda kenal, dan anda yakini bahwa keluarganya memang memerlukan bantuan.
3. Berikan sedekah kepada orang tua yang sudah tidak sanggup bekerja atau orang cacat karena untuk orang cacat pastinya akan sulit mendapatkan pekerjaan yang mau menerima orang cacat.

1 comments:

ratih pradnyana said...

tes tes tes

Post a Comment