WHO AM I?

Pembahasan menarik aku dapat ketika sedang berbincang mengenai kehidupan di Inggris dengan Pak'de ku yang tinggal disana sebagai local staff di KBRI London. Banyak yang menarik,seperti tunjangan hidup yang dibebaskan setelah berumur 75tahun keatas, atau juga seperti sekolah gratis bila kita tidak memiliki pekerjaan atau menjadi pengangguran selama setahun.

Pembicaraan terus berlanjut sampai setelah membahas tentang wajahku yang agak india (entah bagian mana wajahku yang mereka lihat)lalu kita membahas tentang teroris yang terkenal di Indonesia. Hal ini membuat WNI malu mengakui bahwa mereka adalah orang Indonesia, termasuk Pak'de ku. Kita yang tinggal di Indonesia ini pasti kecewa bila mendengar bahwa ada WNI yang tidak mengakui kewarganegaraan aslinya di negara orang lain, tapi bagaimana jika kita jadi mereka? Percaya atau tidak, sebagian besar dari kita pasti akan melakukan hal yang sama. Apalagi jika kita tidak memiliki rasa nasionalisme yang cukup untuk membela Indonesia. Tapi sekali lagi, WNI di luar sana juga merasa terancam jika harus mengakui bahwa mereka adalah keturunan Indonesia, dalam relation life mereka dengan orang lain tentu akan sedikit terganggu mengingat Indonesia sedang menjadi big news di negara lain sebagai sarang teroris jaringan dunia.

Dari pembicaraan yang terus berlanjut, hanya satu line yang aku garis bawahi dari semua perbincangan kita: Siapa aku? Siapa kamu? kita sama sama mencintai Indonesia yang indah dan bahkan banyak juga warga negara asing yang mencintai Indonesia. Harapan kita sama, sama sama ingin memiliki Indonesia yang tenang dan tetap indah..

Dilarang Memberi Uang ke Pengemis (?)


Di bulan puasa ini populasi pengemis di kota kota besar meningkat, terutama di ibukota. Umat muslim berlomba-lomba bersedekah dan menyalurkan zakat. Tapi tetap saja, di bulan yang suci ini, masih ada orang-orang yang berniat buruk (aku gak bilang jahat). Dari informasi yang aku dapet dari sebuah berita di salah satu stasiun tv swasta, ada suatu perkampungan di daerah madura yang dihuni oleh pengemis. Saat aku lihat liputannya, oh sangat mengejutkan, rumah para pengemis itu lebih dari layak, bahkan cenderung mewah. Dari informasi yang didapat, para pengemis itu berbondong-bondong ke jakarta saat bulan puasa, dan uang hasil mengemis digunakan untuk memperkaya diri. Nah ini yang salah, MUI akan mengeluarkan fatwa haram mengemis, seseorang diharamkan mengemis apabila masih sehat jasmani dan rohaninya. Seseorang diperbolehkan mengemis dengan 3 syarat:
1. Orang yang terkena bencana alam dan tidak memiliki harta benda lagi
2. Orang yang siap melakukan pernikahan tetapi tidak memiliki dana yang cukup
3. Orang yang benar-benar miskin yang diperkuat dengan rekomendasi dari pihak perangkat desa, pengurus RT/RW, dan tokoh masyarakat setempat

Tips untuk Anda yang ingin memberi sedekah atau zakat:
1. Salurkan zakat anda ke penyalur zakat yang terpercaya seperti lembaga penyalur zakat, masjid setempat, atau sekolah yang menyediakan sarana penyalur zakat disaat bulan puasa.
2. Bersedekahlah kepada orang yang telah anda kenal, dan anda yakini bahwa keluarganya memang memerlukan bantuan.
3. Berikan sedekah kepada orang tua yang sudah tidak sanggup bekerja atau orang cacat karena untuk orang cacat pastinya akan sulit mendapatkan pekerjaan yang mau menerima orang cacat.

Artis Masuk Berita?


Baru beberapa hari yang lalu ada berita dari artis KD dan suaminya AH yang memilih untuk bercerai, awalnya aku liat berita ini di infotainment, wajar- sangat wajar.. Sore hari sekitar jam 5 aku memilih untuk melihat berita karena merasa bosan sama infotainment yang isi beritanya sensasi dari artis aja. Ternyata oh ternyata isi headline dari acara berita itu adalah perceraian KD dan AH. Ah benar benar mengecewakan.. Apa hanya dengan artis yang masuk ke pengadilan harus dijadikan topik didalam acara berita? Walaupun itu pengadilan agama?

Lucu kan ya ada berita artis kawin cerai di dunia dalam berita? Ini yang aku liat di salah satu stasiun tv swasta ternama di Indonesia. Setelah membahas hal ini dengan beberapa temanku, ternyata mereka juga melihat hal yang lebih lucu lagi. Acara berita yang dia lihat menggunakan narasi yang berlebih-lebihan, ditambah suara narator yang mirip dengan narator di beberapa acara gosip investigasi.

Wah makin aneh aja nih, dunia jurnalistik kayanya udah mulai kecampur aduk, ga punya sekat yang ngebedain mana investigasi, edukasi atau hiburan. Bagi yang merasa calon jurnalis atau anggota media komunikasi massa, ada baiknya lebih profesional agar dapat menciptakan suatu berita yang berkualitas yang sesuai dengan selera target konsumen masing masing.

The Truly Nationalist

Baru aja gue dapet hal menarik untuk dibahas. Semua berawal dari tweet gue ke seorang Rapper nasionalis Indonesia, Pandji. Ada 2 tweet yang gue sampein ke Pandji:
1. @pandji jangan jadi manfaatin perang dingin malay-indo buat keuntungan pribadi
2. @pandji juga jangan manfaatin teroris -__- sama bodohnya

Dan setelah Pandji retweet posting gue, banyak banget tweet yang masuk ke gue, mereka smua salah artiin tweet gue, kecewa banget sih setelah tau orang salah artiin tweet gue. Tapi bagus, setidaknya gue jadi tau seberapa besar kesungguhan mereka atas rasa nasionalisme yang sekarang hampir punah.

Maksud tweet gue ga lain dan ga bukan adalah mengingatkan, bukan judgement dan juga bukan skeptical. Percaya atau engga, bahkan Bung Karno pun pernah Khilaf dalam berjuang, jadi apa salahnya mengingatkan? Menurut gue Pandji adalah seorang pemuda baru pelopor nasionalisme yang jalannya masih panjang, dan tugas orang-orang yang peduli sama dia adalah ngingetin dia untuk ga khilaf.

Dan terus dateng tweet tweet orang yang berpikir sempit. Hah, Siap gak siap, orang berpikir beda dari yang lain emang harus siap dapet kata kata miring. Dan udah gue rasain, lucu sih, karna dari situ gue tau yang mana orang yang bener-bener ngerti tentang nasionalisme dan mana yang engga.

1st Experience of Earthquake

Wow! Pertama kali dalam hidup ngerasain gempa di jawa dan sekitarnya. Dari informasi yang diberitakan, Gempa diperkirakan berkekuatan 7.3 Skala Richter terjadi selama hampir 2 menit. Gempa bersumber dari pantai Tasikmalaya. Korban meninggal terdapat di Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Bandung Barat. Banyak bangunan rusak berat dan rusak ringan, bahkan menyebabkan kebakaran karna goncangan dapat menyebabkan kabel listrik korslet.

Dikabarkan akan ada gempa susulan, untuk mengantisipasinya saya akan memberikan tips untuk menanggulangi gempa:

1.
Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.
2.
Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi disamping suatu benda, disamping sofa, disamping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong disebelahnya.
3.
Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
4.
Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada disamping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.
5.
Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaringlah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
6.
Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat.
7.
Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda. (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama) Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.
8.
Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.
9.
Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Francisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi satu meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
10.
Saya menemukan pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.

Sumber: PPK DEPKES

Semoga tips diatas berguna bagi para pembaca :)